Saturday, June 17, 2017

Histori Boneka Voodoo

Histori Boneka Voodoo

Arti Voodoo (Vodun di benin juga Vodou, Voudou, atau ejaan beda yang bunyinya sama di haiti ; Vudu di Republik Dominika) diberi pada Boneka Wisuda cabang-cabang dari satu kebiasaan keagamaan spiritis animis yang datang dari leluhur bangsa afrika barat.

Akarnya beragam macam serta meliputi bangsa Fon, Ewe, serta Yoruba dari Afrika Barat, dari Nigeria barat sampai ghana timur. Di Benin, Vodun yaitu agama nasional, serta diyakini oleh sekitaran 60% dari penduduknya, atau sekitaran 4½ juta orang. Kata vodĂșn datang dari kata Fon-Ewe yang bermakna roh. Ditempat beda, Voodoo begitu di pengaruhi oleh bebrapa kebiasaan Afrika tengah. Ritus kongo, yang dikenal juga di utara Haiti jadi Lemba awalnya adalah agama yang dipraktikkan diantara bangsa Bakongo menebar luas jadi unsur-unsur Afrika Barat, tetapi biasanya diabaikan banyaknya orang Barat.


Voodoo atau vodou atau vodoun sesungguhnya yaitu satu aliran keyakinan baru. Aliran voodoo adalah paduan dari keyakinan ‘yoruba’ afrika dgn agama katolik. Ajaran ini berkembang di kepulauan haiti, yg dumulai dgn dibawanya budak-budak berkulit hitam dari afrika barat ke kepulauan haiti oleh inggris. Sesudah budak-budak hitam ini tinggal di haiti, mereka dengan perlahan memadukan keyakinan mereka (yoruba) dgn ajaran katolik yg diyakini tuan2nya bangsa inggris. Penggabungan ke 2 aliran berikut yg diberi nama voodoo. Aliran voodoo bila di Indonesia nyaris sama juga dengan pengetahuan santet. Umumnya jika kita memanggil kata voodoo, jadi yg terlintas di fikiran kita yaitu seorang memegang satu boneka serta sebatang paku panjang.

Menurut ajaran Voodoo, dukun pengetahuan hitam atau pendeta voodoo yang dimaksud bokor dapat menghidupkan kembali manusia yang telah mati. Zombie tidak mempunyai tekad sendiri hingga senantiasa ada dibawah kendali sang majikan. “Zombi” juga adalah nama untuk dewa ular voodoo yang bernama damballah Wedo asal Nigeria-Kongo yang dekat dengan kata nzambi yang dalam bhs Kongo bermakna “dewa”.

Di th. 1937, peneliti Zora Neale Hurston yang lakukan penelitian folklor di Haiti temukan masalah Felicia Felix-Mentor yang wafat di umur 29 th. serta telah dikubur di th. 1907. Masyarakat desa yakin kalau mereka seringkali lihat Felicia yang telah wafat 30 th. waktu lalu masih tetap sukai berkeliaran di berjalan-jalan. Masalah yang sama saja didapati pada sebagian orang yang beda. Zora Hurston berupaya mencari kebenaran berita burung yang menyebutkan zombie yaitu manusia yang sudah di beri ramuan obat-obatan, tetapi gagal temukan orang yang ingin buka mulut mengenai rahasia zombie.


Sebagian puluh th. lalu, seseorang pakar Etnobotani Kanada bernama Wade Davis mengangkat masalah zombie dari pojok pandang farmakologi, dalam dua buku berjudul The Serpent and the Rainbow (1985) serta Passage of Darkness : The Ethnobiology of the Haitian Zombie (1988). Menurut hasil riset Wade Davis pada saat ada di Haiti th. 1982, ramuan dua type bubuk obat yang dimasukan kedalam aliran darah (umumnya lewat luka terbuka) bisa merubah orang hidup jadi zombie. 

No comments:

Post a Comment